Minggu, 19 April 2026

Sekolah Rakyat Mungkin Tidak Ada di Cilegon

by Ragam Cilegon
137 views

Ragam Cilegon – Sekolah Rakyat telah ada di dua daerah di Provinsi Banten yaitu di Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Lebak. Kemungkinan jumlah Sekolah Rakyat di Banten ini akan bertambah seiring waktu berjalan. Hal ini juga senada yang dikatakan Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah.

Mantan Bupati Pandeglang ini mengungkapkan, selain di dua daerah tersebut kemungkinan masih akan ada tambahan Sekolah Rakyat di Banten. Pemprov sudah mengusulkan untuk dibangun Sekolah Rakyat di Kabupaten Pandeglang, Tangerang, Kabupaten Serang, serta kota-kota yang ada di Provinsi Banten.

“Mudah-mudahan ini bisa terwujud. Program ini sangat bagus sekali untuk membantu masyarakat kecil atau masyarakat miskin, rakyat Indonesia,” kata Dimyati, usai Penandatanganan Perjanjian Pinjam Pakai Sementata Barang Milik Daerah dan Barang Milik Universitas dalam Rangka Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, di gedung Kementerian Sosial, Kamis (10 Juli 2025).

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dengan Kementerian Sosial sebagai penanggungjawab operasional. Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat merupakan penyelenggaraan pendidikan yang pertama kalinya di Indonesia sebagai lembaga pendidikan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Gus Ipul memaparkan, pada tahap pertama akan ada 100 Sekolah Rakyat di beberapa daerah di Indonesia. Sebanyak 63 titik akan mulai beroperasi pada pertengah Juli dengan 6.130 siswa dalam 256 rombongan belajar (rombel). Sedangkan 37 titik target operasional pada akhir Juli dengan 3.625 siswa dalam 139 rombel.

Total tahap pertama 9.755 siswa dalam 395 rombel di jenjang SD, SMP, dan SMA. Sedangkan pada tahap kedua akan akan dibangun 202 Sekolah Rakyat. Sebanyak 51 titik lokasi Balai Latihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan 45 titik milik dinyatakan layak.

Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan, Sekolah Rakyat berdiri berbasis data. Sekolah Rakyat merupakan strategi besar Presiden Prabowo Subianto memutus rantai kemiskinan, memperluas pendidikan, dan menyiapkan Generasi Emas 2045.

Dijelaskan, rekrutmen siswa berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1 miskin dan miskin ekstrem serta dilakukan kunjungan dengan BPS untuk wawancara ke orang tua calon siswa. Dari keluarga tidak sekolah, belum sekolah atau berpotensi putus sekolah. Indeks pembiayaan siswa Rp48,25 juta di tahun pertama. “Mohon kepala daerah kawal rekrutmen siswa agar tepat sasaran,” pinta Gus Ipul.

Sementara Ketua Tim Ahli Sekolah Rakyat Prof Muhammad Nuh, tema besar Sekolah Rakyat memuliakan dan membahagiakan kaum dhuafa. Bukan sekedar menyekolahkan. Sebagai bagian dari melunasi janji kepada warga yang masih miskin melalui pendidikan. Sebagai sistem rekayasa sosial yang sudah teruji dan terpuji untuk memotong kemiskinan.

“Kehadiran Sekolah Rakyat menjangkau yang tidak terjangkau supaya bisa sekolah. Memungkinkan yang tidak mungkin. Esensi Indonesia Emas 2045 adalah kebangkitan kaum dhuafa. Kalau kaum dhuafa belum bangkit ya masih seperti ini,” kata Menteri Pendidikan di era Presiden SBY ini. (*)

Masih Terkait

Copyright 2024 – Ragam Cilegon. All Right Reserved.