Jumat, 17 April 2026

Pemkot Cilegon Respon Pemutusan Saluran Air Bersih Warga Cisuru

by Ragam Cilegon
184 views

Ragam Cilegon – Warga Lingkungan Cisuru, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon sedikit bisa lega pasca Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mendatangi meraka. Warga di beberapa RT di wilayah tersebut harus menanggung beban lantaran saluran air bersih untuk mereka diputus oleh caleg gagal yang diketahui pemilik dari sumber air bersih itu.

Helldy Agustian mengunjungi daerah yang dihuni oleh ratusan warga tersebut pada Rabu (13 Maret 2024) sebagai langkah untuk merespon persoalan masyarakat yang terdampak pemutusan aliran air bersih.

“Kami hadir di sini dengan tujuan ingin mendapatkan gambaran secara langsung mengenai peristiwa pemutusan aliran air bersih yang terjadi, sebelum kami ambil langkah lebih lanjut,” kata Helldy Agustian.

Menurut Helldy, Pemerintah Kota Cilegon telah melakukan koordinasi dengan industri terdekat, yakni PT Indoraya Tenaga (IRT) dan PT Indonesia Power untuk bersama-sama mengatasi permasalahan air bersih di wilayah tersebut. Ia meminta kedua perusahaan itu dapat memberikan bantuan berupa sumur bor untuk masyarakat Cisuru.

“Untuk solusi yang pertama sebelum dibuatkan sumur bor nanti dari PT Indoraya Tenaga akan mengirimkan air bersih berupa tanki untuk jangka pendeknya, karena industri ini merupakan yang terdekat dengan kampung sini,” tuturnya.

Helldy menegaskan, Pemkot Cilegon berkomitmen untuk terus memastikan 185 warga di Lingkungan Cisuru dapat memiliki atau menikmati akses air bersih dalam jangka panjang. Selama sepekan kedepan, ia akan berkoordinasi untuk memastikan pengeboran sumur untuk warga dapat dilakukan.

“Kita akan terus lakukan monitoring. Pengeboran ini memang tidak mudah, sebab yang diinginkan tokoh masyarakat dan RT tadi bahwa pengeboran tidak dilakukan di atas tapi dari bawah, karena dari bawah itu sumbernya jauh lebih banyak dibandingkan dengan di atas,” ungkap Helldy.

Sementara itu, Ketua RT 003 RW 006 Lingkungan Cisuru, Muhammad Yusuf mengatakan, pemutusan aliran air bersih terjadi sejak 18 Februari 2024. Sejak saat itu, warganya kesulitan memperoleh air bersih dan hanya mengandalkan air hujan yang ditampung oleh warga.

“Masyarakat hanya mengandalkan air hujan yang tertampung di dalam sumur resapan dimana jaraknya itu sangat jauh yaitu 2 kilometer dari kampung sini, dan sumur itu juga ngga mencukupi sama sekali, sebab kalau tidak hujan 4 hari aja udah pasti kering,” kata Yusuf.

Mewakili warga, Yusuf mengucapkan terima kasih atas respons cepat dari Pemkot Cilegon dalam mengatasi masalah air bersih di wilayahnya. Ia merasa bersyukur karena kini masyarakat dapat kembali dengan mudah mendapatakan akses air bersih berkat bantuan dari pemerintah dan pihak Industri.

“Saya ucapkan terima kasih atas respon cepat dari Pemerintah Kota Cilegon. Saya harap pengeboran sumur bisa segera dilakukan agar masyarakat Cisuru bisa kembali dengan mudah mendapatkan air bersih. Alhamdulillah, hari ini kami juga menerima bantuan air bersih dari pemerintah,” ucapnya. (*)

Masih Terkait

Copyright 2024 – Ragam Cilegon. All Right Reserved.